Menu Tutup

Pengertian Komponen Multiplexer N-Channel

Halo rekan-rekan sekalian, selamat berjumpa kembali di laman anakkendali. Kali ini kita akan membahas mengenai Komponen Multiplexer N-Channel.

Multiplexer memiliki arti “Banyak ke dalam (menjadi) satu”. Mengutip dari buku Digital Computer Electronics karya James Paul, multiplexer berarti sebuah rangkaian yang memiliki banyak masukan (input) tetapi hanya memiliki satu keluaran (output). Proses pemilahan data-data masukan tersebut dapat dilakukan melalui sinyal-sinyal kendali untuk memastikan bagaimana bentuk akhir keluaran atau outputnya.

N-Channel pada judul artikel ini berarti adalah jumlah input N yang bisa menjadi masukkan pada multiplex, mulai dari 2, 4, 8 dan 16 input. Pada kali ini kita akan membahas mengenai Pemilihan Selektor Data pada multiplexer, Pembangkitan Fungsi Boolean dan Multiplekser Kata.

PEMILIHAN SELEKTOR DATA PADA MULTIPLEXER

Untuk memahami bagian ini, terlebih dahulu kita harus melihat bentuk gerbang logika dasar dari multiplekser 16 kanal seperti berikut ini :

Dari gambar rangkaian di atas, dapat dilihat bahwa D0 sampai D15 merupakan jumlah input bit-bit data, dari 16 kanal tersebut hanya satu data yang akan diteruskan sebagai outputnya dan nilai A, B, C dan D merupakan kode kendali yang akan menentukan bit mana yang akan menjadi output. Contohnya, jika:

ABCD = 0000

Maka gerbang logika AND yang paling atas akan menjadi aktif (enabled) dan semua gerbang logika AND lainnya menjadi tidak aktif (disabled), maka bit di D0 yang akan diteruskan menjadi output. Atau jika seperti ini :

ABCD = 1111

Maka gerbang logika AND yang paling bawah akan aktif dan sisa gerbang logika AND lainnya menjadi tidak aktif, data bit di D15 yang akan diteruskan menjadi output.

PEMBANGKITAN FUNGSI BOOLEAN

Tiap-tiap perancangan rangkaian digital biasanya dimulai dengan sebuah Tabel Kebenaran. Setelah Tabel Kebenaran terbentuk, hal yang dilakukan selanjutnya adalah menyusunnya menjadi fungsi-fungsi logika untuk diletakkan di dalam rangkaian logika. Dalam multiplexer, persoalan itu diatasi secara sederhana dengan mentransformasikan tabel logika ke dalam rangkaian logika yang ekivalen.

Sebagai contoh, kita bisa meninjau pada Tabel Kebenaran di bawah ini :

Dari gambar tabel di atas dapat diketahui bahwa jika input kode kendali ABCD = 0000, maka nilai outputnya adalah 0. Jika kode kendali ABCD = 0001 maka nilai outputnya adalah 1, jika kode kendali bernilai ABCD = 0010 maka output bernilai 0 dan begitu seterusnya sampai kode kendali ke-16.

Gambar di bawah ini kira-kira bentuk bagaimana proses multiplex data tersebut berlangsung :

Word Multipexer (Multiplexer Kata)

Multiplexer Kata merupakan salah satu bentuk pengembangan dari Multiplexer, umumnya yang dipakai adalah multiplexer 8 kanal untuk dua kata input dan satu kata output. Gambar berikut bisa menjadi referensi dari multiplekser kata :

Kata input di sebelah kiri memiliki kode kendali L3, L2, L1, L0 dan di sebelah kanan memiliki kode kendali R3, R2, R1, R0. Sinyal kendali yang  berasal dari RIGHT memilih kata input yang akan diteruskan ke gerbang logika output.

Bila nilai RIGHT bernilai rendah (LOW) maka empat gerbang NAND sebelah kiri menjadi aktif dan menjadi :

OUT = L3 L2 L1 L0

Sebaliknya, jika RIGHT bernilai tinggi (HIGH) maka :

OUT = R3 R2 R1 R0

Jadi, rekan-rekan sudah tahu bukan apa itu komponen Multiplexer, fungsi sekaligus penggunaanya? Perlu diketahui, bahwa penggunaan multiplexer ini menjadi penting dalam dunia elektronika untuk mengefisiensikan fungsi rangkaian jika dalam rangkaian atau sistem tersebut memiliki banyak input tetapi hanya memerlukan satu output.

Terima kasih sudah membaca di lama anakkendali, silahkan untuk terus update pengetahuan elektronika disini. Sampai jumpa di pembahasan lainnya.

(Visited 1 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1
Donasi Klik Iklanya !
Tolong berdonasi klik iklan dulu untuk bayar server !

Lapor Jika Ada Code atau Link yang ERROR !!!
Powered by