Tutorial Arduino, Pengenalan Dasar Analog dan Digital IO

Hello Sahabat Anak Kendali

Tulisan kali ini saya akan membahas tentang sinyal digital dan sinyal analog beserta pengertianya dan contoh program pada ARDUINO

memahami perbedaan analog dan digital merupakan hal yang sangat penting bagi kita untuk dapat melangkah kedepanya dalam mempelajari mikrokontroller ataupun ilmu komputer,

demikian penjelasan saya mengenai sinyal digital dan sinyal analog

sinyal digital termasuk yang dianggap sinyal diskrit sedangkan sinyal analog dianggap sebagai sinyal kontinyu,
jika kita memahami sinyal diskrit dia hanya memiliki nilai dalam waktu tertentu saja, sedangkan sinyal kontinyu dia secara terus menerus selama waktu berjalan memiliki sebuah nilai,

jika digambarkan dalam bentuk sinyal, sinyal diskrit bentuknya kotak-kotak sedangkan sinyal analog bentuknya sinyal sinus,

Baca Juga :  Tutorial Arduino, Komunikasi Serial Antar Arduino

saya akan perjelas lagi dengan contoh,

untuk sinyal analog seperti layaknya lampu yang diatur supaya dapat memiliki keadaan mati, redup, sedang, agak terang, terang dan terang sekali,

sedangkan untuk sinyal digital dia hanya memiliki dua keadaan, yaitu mati atau menyala.

pada arduino kita mengenal untuk sinyal digital dua keadaan yaitu HIGH dan LOW.
high merupakan logika 1 dan low merupakan logika 0
sedangkan untuk analognya, karena arduino menggunakan 10bit sebagai data analognya maka kita mengenal 0 – 1023 sebagai nilai-nilai analog.

Analog maupun Digital pada arduino memiliki Input dan Output. atau sering dikenal sebagai Digital I/O dan Analog I/O

untuk memahami hal yang diatas sekarang kita akan mencoba terlebih dahulu Analog Input

Baca Juga :  Cara Program Arduino dengan CVAVR

rangkailah seperti gambar schematic dibawah ini :

Tutorial Arduino, Pengenalan Dasar Analog dan Digital IO

kemudian tuliskan program dibawah :

void setup(){
Serial.begin(9600);
}
void loop(){
int nilai = analogRead(A1);
Serial.println(nilai);
}

program diatas jika dijalankan akan menghasilkan pembacaan nilai tegangan yang terinput dari Potentiometer dan ditampilkan pada Serial Monitor Arduino

selanjutnya kita akan mencoba menggunakan Analog Output,pada mikrokontroller ini ketika kita menggunakan analog output sebenarnya menggunakan fungsi PWM berikut ini adalah contoh nya :

silahkan rangkai seperti gambar diatas

lalu tuliskan kodenya :

void setup(){
Serial.begin(9600);
}
void loop(){
if Serial.available()){
int nilai = Serial.parseInt();

analogWrite(5, nilai);
  }
}

program diatas jika dijalankan akan menyalakan LED bisa mati terang redup dengan cara menginputkan nilai pada Serial Monitor dengan rentang antara 0 hingga 255.

Baca Juga :  Tutorial Arduino, Menggunakan Millis untuk Multitasking

dan yang terakhir saya akan menggabungkan DIGITAL I/O dan ANALOG I/O

void setup(){
Serial.begin(9600);
pinMode(8, OUTPUT);
pinMode(2, INPUT);
}
void loop(){
boolean tombol = digitalRead(2);
digitalWrite(8,tombol);
if (Serial.available()){
int nilai = Serial.parseInt();

analogWrite(5, nilai);
  }
int val = analogRead(A1);
Serial.println(val);
}

cukup sekian yang bisa saya tuliskan bila ada kritik saran dan pertanyaan silahkan dibawah kolom komentar

Baca Juga Tentang Cara Memprogram Arduino dengan CVAVR

keyword :
IO digital Arduino,
IO arduino,
pemula arduino,
belajar dasar arduino,
io analog arduino,
anak kendali

(Visited 112 times, 1 visits today)